Pengetahuan kita tentang mengetahui sebuah taxi apakah layak dinaiki atau tidak terkadang hanya sebatas kartu pengenal & popularitas taxi tersebut. Dengan pengalaman gue beberapa kali naik taxi, gue bisa mendapatkan beberapa informasi menarik yang terkadang apabila gue ceritain ke temen-temen gue mereka akan berkata, "wow dix, kayaknya oke nih kalo lo punya perusahaan taxi sendiri". oke, never mind dengan apa yang temen-temen gue bilang. tp terkadang gue suka melihat (well, mengamati sih lebih tepatnya) perilaku supir-supir taxi saat membawa penumpangnya.
**bagaimana cara kita tahu apakah taxi yang kita naiki ini taxi yang oke atau taxi yang sebaiknya-anda-cari-taxi-lain-sebelum-anda-kenapa-kenapa?
1. liat mobilnya. bukan, bukan merk mobilnya. tapi bagaimana bentuk badan mobilnya. gue sih ogah ya naik taxi yang keliatan bonyok sana sini. gue lebih memilih taxi yang badannya mulus dan terlihat terawat. even taxi tersebut tergolong bertarif mahal tapi badan mobilnya ada cacatnya, hmmm patut dipertanyakan gak sih gimana supir taxinya berkendara?
2. setelah masuk ke dalam taxinya pun, kita bisa langsung menilai apakah ini taxi yang oke atau tidak. bukan dari kelengkapan stiker call center taxi tersebut, tapi dari bagaimana supir taxi tersebut melayani penumpangnya.
dari yang gue perhatikan sih, supir taxi yang profesional itu adalah supir yang mengajak kita ngobrol (dan ternyata statement ini terbukti benar setelah gue membaca sebuah majalah yang isinya usaha-usaha para juarawan sebuah perusahaan taxi dalam mencapai prestasi supir 'best of the month'). even cuma basa basi. pernah gue ngobrol sama seorang supir taxi sampai seru banget. dya menceritakan tentang pangkalan-pangkalan yang asik buat makan. gue jadi sampe tau dimana supir-supir taxi itu berada saat mangkal di malam hari. ada juga yang memberi tahu dimana pangkalan taxinya yang terdekat dari rumah gue sehingga gue bisa tau dimana posisi yang strategis buat menstop taxi. bahkan, ada yang menceritakan tentang pengalaman gaib-gaibnya dengan penumpang. wow itu cerita yang sangat sangat amazing buat gue. ternyata tempat gaul manusia bisa jadi tempat gaulnya makhluk lain. hiii.
dari perilaku supir taxi pun kita bisa tau itu supir taxi newbie atau bukan. sejauh ini sih, menurut gue supir taxi baru adalah supir taxi yang apabila kita macem-macem (baca:mesum) mereka tidak komentar. sama sekali tidak bereaksi. entah ya mengapa. mungkin nanti bakal gue tanya-tanya sama supir taxi lainnya.
well, kadang kalo lagi pengen ngobrol, gue paling seru kalo ngajak supir taxi ngobrol. banyak banget yang bisa jadi info tambahan kita. mungkin nanti bakal gue tambahin lagi nih postingan.
oiya bahkan ada yang pernah ngasi gue permen jahe loh. wow.
terus maju menjadi profesional wahai supir taxiku sayang.
naikkan tarif, tapi jangan lupa naikkan service kalian.
semangat!
cheeras,
dixie r. nugita
*CMIIW
sebuah kata DIXIE
sebenernya postingan ini uda gue muat di facebook. cuma karena gue baru 'kenalan' sama blog yaa baru2 ini, jadinya selama ini hasil tulisan gue, gue publish d facebook..
yaaah gue salin di sini juga deh sekalian.
enjoy it!
yah.
tengah malem, insomnia, ga ada kerjaan. akhirnya otak menyuruh gue untuk google-ing dan mengetik kata dixie di search engine nya.
hanya DIXIE.
tidak pakai embel-embel Rinanti Nugita maupun Chicks.
hasilnya tidak begitu mengecewakan pada baris pertama. dan gue sudah bisa menduganya dari awal kalau yang muncul di baris pertama adalah website sebuah cafe ternama (ehm) di jakarta yang mempunyai cabang di CiTos dan Apt Rasuna dan lain lain.
pada baris kedua,
web yang tercantum membuat gue tercengang.
wikipedia.org
gue langsung mikir, "wah arti nama gue brarti bisa serius banget nih."
oke, inilah apa yang tersaji di web tersebut mengenai kata DIXIE.
According to the Oxford English Dictionary, the origins of this nickname remain obscure. According to A Dictionary of Americanisms on Historical Principles (1951), by Mitford M. Mathews, three theories most commonly attempt to explain the term:
The word "'Dixie'" refers to privately issued currency from banks in Louisiana.[1] These banks issued ten-dollar notes,[2] labeled "Dix", French for "ten", on the reverse side.
These notes are now highly sought-after for their numismatic value. The notes were known as "Dixies" by English-speaking southerners, and the area around New Orleans and the Cajun-speaking parts of Louisiana came to be known as "Dixieland". Eventually, usage of the term broadened to refer to most of the Southern States.
The word preserves the name of a "Mr. Dixy", a kind slave owner on Manhattan Island, where slavery was legal until 1827. His rule was so kindly that "Dixy's Land" became famed far and wide as an elysium abounding in material comforts.
"Dixie" derives from Jeremiah Dixon of the Mason-Dixon line which defined the border between Maryland and Pennsylvania, and, for the most part, free and slave states (a small portion of Delaware, a Union border state, and slave state up to the promulgation of the Emancipation Proclamation, lay north of the boundary.)
Dixie as a region
As a definite geographic location within the United States, "Dixie" is usually defined as the 11 Southern states that seceded to form the Confederate States of America. They are (in order of secession): South Carolina, Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, Texas, Virginia, Arkansas, North Carolina, and Tennessee. This definition is strongly correlated with history and, in the minds of many Southerners, remains the traditional and emotional South.
songs that mention Dixie
"I Wish I Was in Dixie's Land" - Daniel Emmett
"All I Can Do Is Write About It" - Lynyrd Skynyrd
"An American Trilogy" - Mickey Newbury
"Born Again in Dixieland" - Jason McCoy
"Christmas in Dixie" - Alabama
"Dear Old Dixie" - Flatt & Scruggs
"Dixie" - Harmonium
"Dixie Blues" - Don Walser
"Dixie Lullaby" - Pat Green
"Dixie on My Mind" - Hank Williams Jr.
"Dixie Whiskey" - Eyehategod
"Dixieland Delight" - Alabama
"Friday Night in Dixie" - Rhett Akins
"I Sang Dixie" - Dwight Yoakam
"I Wanna Go Back to Dixie" - Tom Lehrer
"If Heaven Ain't a Lot Like Dixie" - Hank Williams Jr.
"Is it True What They Say About Dixie?" - Dean Martin
"The Night They Drove Old Dixie Down" - The Band, Joan Baez
"Rockabye My Baby With a Dixie Melody" - Al Jolson, Judy Garland
"So Long Dixie" - Blood, Sweat and Tears
"Stay Away From Dixie" - Johnny Rebel
"That's How They Do It in Dixie" - Hank Williams Jr.
"Trombone Dixie" - The Beach Boys
"You Can Thank Dixie for That" - Jake Owen
"Are You From Dixie?" - Jerry Reed
**adakah yang tiba2 inisiatip ingin mencari lagu2 tersebut dan mengumpulkannya dalam sebuah CD? hayoo ntar kasi tau yaaah
"waw".
hanya itu yang bisa gue ucap setelah selesai membaca artikel ini.
oke.
next web.
ini gue ambil dari Horizon-line.com yang gue rangkum sedemikian rupa.
MENDENGAR kata Dixieland, banyak orang mungkin akan memba-yangkan sebuah tempat hiburan yang di dalamnya terdapat berbagai alat permainan.Kata itu sesungguhnya cukup populer dan cukup akrab untuk dilafalkan.Tapi, tak banyak lagi yang ingat bahwa kata itu sesungguhnya sangat akrab dengan musik, khususnya musik jazz.
Dixieland, menurut beberapa pustaka, sesungguhnya adalah salah satu gaya permainan musik jazz yang sangat kental dengan ciri perasaan riang. Dixie adalah anak langsung dari gaya ragtime, yang merupakan cikal bakal kelahiran musik Jazz, musik modern abad ke-20 yang lahir di Amerika sekitar tahun 1890-an.
Dixieland atau Dixie pun berkembang menyempurnakan ragtime dengan tambahan alat-alat musik lainnya, terutama banjo, terompet, klarinet,dan trombone. Musik ini pun langsung digemari, karena dimainkan bukan saja oleh pemusik kulit hitam tetapi mereka yang berkulit putih. Chicago dan New Orleans adalah dua pusat musik yang memberikan warna pada musik dixie. Dixie memang menghimpun gaya-gaya sebelumnya. Gaya musik ini empunyai unsur ragtime, blues, one-step, two-steps, march, juga pop. Joe "King" Oliver (1885-1938), Louis Armstrong (1901-1971), Bud Freeman (1906-1991) adalah beberapa dari para tokoh yang mengembangkan gaya musik ini ke seluruh Amerika. Oleh karena itu gaya dixie memang sangat kaya dengan improvisasi kolektif-nya. Setiap pemusik punya kesempatan berimprovisasi, tetapi satu sama lain harus mampu menyatu sehingga musik yang terdengar memang merupakan sebuah kumpulankolektif.
"waaaaaah"
itu kata kedua yang gue ucap setelah gue membuka google.
"ooanjriit!!"
adalah makian gue yang keluar setelah gue menyelesaikan paragrap terakhir artikel tersebut, yang berbunyi:
Maka, jangan pernah lupakan dixie, dan jangan pula artikan dixie sebagai sebuah diskotik atau tempat hiburan malam!
haaah ternyata.
selama ini yang gue tau kata dixie berarti:
1. mangkok putih
2. gadis dari selatan (yang baru gue sadari beberapa tahun belakangan ini, gue lahir di RSPP). haaah
*sumber: buku arti nama bayi (gue lupa judul tepatny dan siapa yang ngarang)
soo
kalo masi ada yang pnasaran sama nama DIXIE (fakta bahwa banyak teman baru yang mengerutkan dahi waktu tau nama gue, malah ada yang ga percaya bahwa DIXIE adalah sebuah nama orang),
anda bisa mengandalkan google
atau bertanya ajalah langsung ama gue.
dan gue akhirnya bisa menjawab dengan panjang lebar jika kalian bertanya. hehe
yaaah gue salin di sini juga deh sekalian.
enjoy it!
yah.
tengah malem, insomnia, ga ada kerjaan. akhirnya otak menyuruh gue untuk google-ing dan mengetik kata dixie di search engine nya.
hanya DIXIE.
tidak pakai embel-embel Rinanti Nugita maupun Chicks.
hasilnya tidak begitu mengecewakan pada baris pertama. dan gue sudah bisa menduganya dari awal kalau yang muncul di baris pertama adalah website sebuah cafe ternama (ehm) di jakarta yang mempunyai cabang di CiTos dan Apt Rasuna dan lain lain.
pada baris kedua,
web yang tercantum membuat gue tercengang.
wikipedia.org
gue langsung mikir, "wah arti nama gue brarti bisa serius banget nih."
oke, inilah apa yang tersaji di web tersebut mengenai kata DIXIE.
According to the Oxford English Dictionary, the origins of this nickname remain obscure. According to A Dictionary of Americanisms on Historical Principles (1951), by Mitford M. Mathews, three theories most commonly attempt to explain the term:
The word "'Dixie'" refers to privately issued currency from banks in Louisiana.[1] These banks issued ten-dollar notes,[2] labeled "Dix", French for "ten", on the reverse side.
These notes are now highly sought-after for their numismatic value. The notes were known as "Dixies" by English-speaking southerners, and the area around New Orleans and the Cajun-speaking parts of Louisiana came to be known as "Dixieland". Eventually, usage of the term broadened to refer to most of the Southern States.
The word preserves the name of a "Mr. Dixy", a kind slave owner on Manhattan Island, where slavery was legal until 1827. His rule was so kindly that "Dixy's Land" became famed far and wide as an elysium abounding in material comforts.
"Dixie" derives from Jeremiah Dixon of the Mason-Dixon line which defined the border between Maryland and Pennsylvania, and, for the most part, free and slave states (a small portion of Delaware, a Union border state, and slave state up to the promulgation of the Emancipation Proclamation, lay north of the boundary.)
Dixie as a region
As a definite geographic location within the United States, "Dixie" is usually defined as the 11 Southern states that seceded to form the Confederate States of America. They are (in order of secession): South Carolina, Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, Texas, Virginia, Arkansas, North Carolina, and Tennessee. This definition is strongly correlated with history and, in the minds of many Southerners, remains the traditional and emotional South.
songs that mention Dixie
"I Wish I Was in Dixie's Land" - Daniel Emmett
"All I Can Do Is Write About It" - Lynyrd Skynyrd
"An American Trilogy" - Mickey Newbury
"Born Again in Dixieland" - Jason McCoy
"Christmas in Dixie" - Alabama
"Dear Old Dixie" - Flatt & Scruggs
"Dixie" - Harmonium
"Dixie Blues" - Don Walser
"Dixie Lullaby" - Pat Green
"Dixie on My Mind" - Hank Williams Jr.
"Dixie Whiskey" - Eyehategod
"Dixieland Delight" - Alabama
"Friday Night in Dixie" - Rhett Akins
"I Sang Dixie" - Dwight Yoakam
"I Wanna Go Back to Dixie" - Tom Lehrer
"If Heaven Ain't a Lot Like Dixie" - Hank Williams Jr.
"Is it True What They Say About Dixie?" - Dean Martin
"The Night They Drove Old Dixie Down" - The Band, Joan Baez
"Rockabye My Baby With a Dixie Melody" - Al Jolson, Judy Garland
"So Long Dixie" - Blood, Sweat and Tears
"Stay Away From Dixie" - Johnny Rebel
"That's How They Do It in Dixie" - Hank Williams Jr.
"Trombone Dixie" - The Beach Boys
"You Can Thank Dixie for That" - Jake Owen
"Are You From Dixie?" - Jerry Reed
**adakah yang tiba2 inisiatip ingin mencari lagu2 tersebut dan mengumpulkannya dalam sebuah CD? hayoo ntar kasi tau yaaah
"waw".
hanya itu yang bisa gue ucap setelah selesai membaca artikel ini.
oke.
next web.
ini gue ambil dari Horizon-line.com yang gue rangkum sedemikian rupa.
MENDENGAR kata Dixieland, banyak orang mungkin akan memba-yangkan sebuah tempat hiburan yang di dalamnya terdapat berbagai alat permainan.Kata itu sesungguhnya cukup populer dan cukup akrab untuk dilafalkan.Tapi, tak banyak lagi yang ingat bahwa kata itu sesungguhnya sangat akrab dengan musik, khususnya musik jazz.
Dixieland, menurut beberapa pustaka, sesungguhnya adalah salah satu gaya permainan musik jazz yang sangat kental dengan ciri perasaan riang. Dixie adalah anak langsung dari gaya ragtime, yang merupakan cikal bakal kelahiran musik Jazz, musik modern abad ke-20 yang lahir di Amerika sekitar tahun 1890-an.
Dixieland atau Dixie pun berkembang menyempurnakan ragtime dengan tambahan alat-alat musik lainnya, terutama banjo, terompet, klarinet,dan trombone. Musik ini pun langsung digemari, karena dimainkan bukan saja oleh pemusik kulit hitam tetapi mereka yang berkulit putih. Chicago dan New Orleans adalah dua pusat musik yang memberikan warna pada musik dixie. Dixie memang menghimpun gaya-gaya sebelumnya. Gaya musik ini empunyai unsur ragtime, blues, one-step, two-steps, march, juga pop. Joe "King" Oliver (1885-1938), Louis Armstrong (1901-1971), Bud Freeman (1906-1991) adalah beberapa dari para tokoh yang mengembangkan gaya musik ini ke seluruh Amerika. Oleh karena itu gaya dixie memang sangat kaya dengan improvisasi kolektif-nya. Setiap pemusik punya kesempatan berimprovisasi, tetapi satu sama lain harus mampu menyatu sehingga musik yang terdengar memang merupakan sebuah kumpulankolektif.
"waaaaaah"
itu kata kedua yang gue ucap setelah gue membuka google.
"ooanjriit!!"
adalah makian gue yang keluar setelah gue menyelesaikan paragrap terakhir artikel tersebut, yang berbunyi:
Maka, jangan pernah lupakan dixie, dan jangan pula artikan dixie sebagai sebuah diskotik atau tempat hiburan malam!
haaah ternyata.
selama ini yang gue tau kata dixie berarti:
1. mangkok putih
2. gadis dari selatan (yang baru gue sadari beberapa tahun belakangan ini, gue lahir di RSPP). haaah
*sumber: buku arti nama bayi (gue lupa judul tepatny dan siapa yang ngarang)
soo
kalo masi ada yang pnasaran sama nama DIXIE (fakta bahwa banyak teman baru yang mengerutkan dahi waktu tau nama gue, malah ada yang ga percaya bahwa DIXIE adalah sebuah nama orang),
anda bisa mengandalkan google
atau bertanya ajalah langsung ama gue.
dan gue akhirnya bisa menjawab dengan panjang lebar jika kalian bertanya. hehe
tes tes
well,
this is my first time to writing 'something' here.
hmm,
enjoy it gals!
cheeras,
dixie rinanti nugita
this is my first time to writing 'something' here.
hmm,
enjoy it gals!
cheeras,
dixie rinanti nugita
Subscribe to:
Posts (Atom)